Saturday, November 27, 2010

catatan perjalanan: SINGAPORE, part 2

hari ke 2.

hari ini rencananya kita akan ke universal studios.
kenapa lebih memilih hari ini, bukan kemarin, karna ini hari senin.
yup. karna harga tiket weekend dan weekdays beda.
lumayan buat menghemat. hehehe.

perjalanan di hari kerja ini membuat saya berkesempatan untuk melihat
kegiatan singaporean sehari-hari.
tau nggak, orang-orang singapore itu,
they walk really fast.
semua tampak sibuk.
i wonder, the-slow-me bisa nggak ya hidup di singapore
dengan kecepatan bergerak dan tentunya spirit untuk bekerja sekencang ini?
ha ha ha.
saya juga sempat merasakan ramainya stasiun mrt di s
aat jam pergi dan pulang kerja.
jadi ingat busway di jakarta.
tapi tentu saja, servicenya beda jauh dong.
di stasiun mrt ini, walaupun kita ketinggalan kereta,
jangan khawatir, 3 menit lagi juga ada lagi.
nggak kayak di jakarta,
ketinggalan busway 5 menit aja efeknya
bisa terlambat 1 jam sampai kantor.
walaupun dalam waktu kurang dari 3 menit stas
iunnya sudah lagi-lagi penuh
oleh mereka yang bergeraknya sangat cepat itu,
tapi diangkutnya pun cepat, jadi gak perlu nunggu lama-lama.

okay, kembali ke cerita.
sebelum berangkat ke sentosa,
kita mau jalan-jalan dulu ke orchard road.
yah kan belum ke singapore kalau belum ke orch
ard.
tapi...lagi-lagi...terjadi lagi kebodohan.
kita salah turun mrtnya dong!
kita turunnya di 2 stasiun sebelum orchard.
jadilah gempor jalan kaki. belum lagi panas.
nggak tau juga kenapa ya malah turun di situ. dongdong.

anyway, mall-mall di orchard sama aja seperti mall pada umumnya.
masih lebih wah-wah mall di jakarta
yang bisa bikin nyasar di dalamnya.
sevel di sana juga nggak lebay cing, lampunya. hahaha.

lalu dari orchard kita berangkat menuju vivo city
another mall, yang terdapat di ujung kota, tempat
menyebrang ke sentosa.
saya lebih memilih naik monorail waktu itu daripada naik bus.
karna, ongkosnya nggak beda jauh, ditambah lagi kan belum pernah.
hahaha.

oya, yang jadi perhatian saya sama teko waktu itu,
tiket monorailnya.
karna cuma terbuat dari kertas mirip karton
tapi bisa di-scan seperti access card umumnya.
ngga ada barcode nya juga.
bingung. eh apa kampung ya. hahahaha..
(jadi kenapa bisa ya *masih kampung, eh, bingung*)

finally, kita sampai di sentosa.
ternyata nyebrangnya itu dekat sekali.
nggak sampai 5 menit.

terus kita masuk ke universal studios.
waktu itu kita masih dapat promo
promo makan dan souvenir. lumayan banget lah.



selama di sentosa dan universal studios
nggak ada yang terlalu spesial.
yah mungkin sama seperti pada umumnya yang orang-orang ceritakan.
oh iya, kecuali waktu saya kehilangan goodie bag.
kejadiannya waktu foto sama charlie chaplin.
jadi, waktu foto kan goodie bag saya ditaro di bawah,
waktu selesai foto lupa deh diambil lagi.
dan itu ingatnya sekitar setengah jam sesudahnya.
balik lagi ke tempat si charlie, kerumunannya aja udah nggak ada.
ah jadilah saya mencari-cari kru yang tadi menemani charlie jalan-jalan.
waktu akhirnya ketemu salah satunya dia langsung ngarahin saya ke
semacam pos kehilangan barang gitu.
panik, saya lari-lari.
sampai di sana, ngomong aja udah nggak bener.
terus si petugasnya jadi ngajak ngomong pakai bahasa melayu.
hahah. lalu si goodie bag pun kembali.

setelah puas (baca: capek) jalan-jalan keliling sentosa,
kita kembali ke vivo, istirahat sebentar di pinggir kolam di roof top,
lalu pulang ke hostel untuk siap-siap ke changi.



oya, barang-barang di hostel sudah already packed,
karna kan kita menginap cuma 1 malam, jadi sudah harus check out sebelum jam 11.
jadi tadi pagi kita sudah check out, tapi barang masih boleh dititip.
dan ternyata banyak yang begitu, tenang deh. hohoho.

lalu kita berangkat ke changi, sekitar jam stengah 10 malam.
sebetulnya, flight kita itu jam.....6 pagi!
and yes, kita berencana menginap di bandara lagi..hahaha.
dengan pertimbangan takut transportnya susah kalau pagi buta begitu.
jam 6 pagi waktu singapore kan sama dengan jam 5 pagi di jakarta.
masih gelap cing. belum lagi kan check in sejam sebelum..berarti sama dengan jam 4.

daaaan, menginap di bandara untuk yang kedua kalinya ini ternyata fail banget. hahaha.
tadinya mengharap bisa check in kapan aja. siapa tau kan bisa.
ternyata dimana-mana sama, counternya tetap baru dibuka sejam sebelum boarding.
akhirnya kita menunggu di depan counter check in.
mau cari kursi buat bermalam pun tak ada yang enak buat dipakai tidur.
badan pegal-pegal deh.
and you know, it was really freezing there!
kita pikir sebelumnya, bandaranya akan ramai 24 jam gitu, ternyata nggak. he he he.
kita menunggu dari lampu masih terang, gelap, terang lagi.
merchant-merchant pada tutup tepat jam 12, cuma ada 1 retail fast food yang masih buka 24 jam.
while teko mencoba untuk tidur di atas kursi yang cuma bisa dipakai duduk itu,
i did anything to kill time.
dari baca novel, jalan-jalan keluar masuk bandara,
makan, ke toilet, semuanya sengaja dibuat lama. haha.
dan ternyata we were not the only one.
ternyata ada juga loh turis-turis yang melakukan hal serupa.
ada juga bule-bule yang tidur bergeletak di lantai.

dan akhirnya waktu check in tiba..
hahah. penderitaan berakhir.
i'm gonna need a hybernation back there in jakarta.
so long singapore!
it's been an incredible experience for me.


Friday, November 26, 2010

catatan perjalanan: SINGAPORE, part 1

berawal dari keinginan mencap passport nganggur yang sudah dibuat sejak tahun 2007
lalu bertepatan dengan adanya promo tiket pesawat
maka saya memutuskan untuk pergi melancong ke negara tetangga, singapore.
saya pergi bersama teko,
sebetulnya bersama 2 orang teman lagi,
tapi kita berpisah selama di singapore,
jadi petualangan saya cuma berdua sama teko.


saya dan teko benar-benar cuma bermodalkan nekat.
kita berdua belum ada yang pernah ke singapore
bahkan belum pernah ke luar negeri.

saya sampai di changi sekitar jam 12.30am waktu singapore.
rencana saya saat itu memang menunggu pagi dulu
dan hostel pun di-book memang untuk besoknya.
jadilah saya dan teko menggembel di changi.

waktu itu karna gate untuk maskapai yg saya pakai ada di terminal 2 changi
yang tampak oh-biasa-aja-dibandingin-terminal3nya-yang-super-keren-itu-tapi-jauh-banget-sama-soetta,
jadi saya menghabiskan malam di terminal 2.


akhirnya pagi pun tiba

lalu kita mencari counter imigrasi.
sebenarnya di tiap terminal pastinya ada dong counter imigrasi,
tapi kita waktu itu ke terminal 3 dulu naik sky train, karna.....entahlah.

pas sampai di terminal 3 langsung takjub gitu dan gak lupa foto-foto
hahaha. kampungan yah. biarin ah.



abis dari imigrasi kita sarapan,
pertama kalinya makan makanan di luar negeri
yang rasanya memang....hambar, seperti orang-orang bilang.


lalu kita bergegas menuju mrt station.
sebelum itu kita memetakan dulu perjalanan menuju hostel itu ke kepala,
harus naik mrt kemana turun dimana etc etc.

dan...kebodohan pun terjadi.
jadi, hostel yang saya booked itu di daerah bugis,
dari changi kalau mau ke bugis itu transit dulu tanah merah.
nah,
kita beli tiket cuma untuk sampai ke tanah merah,
tapi pas di tanah merah kita langsung ganti kereta gitu aja
ngga keluar dulu beli tiket lagi, karna ngikutin orang-orang yang pada langsung naik gitu aja.
lalu pas udah sampai bugis,
kita ga bisa keluar dooong, access cardnya ditolak..
hahaha. ya iyalah.
harusnya tadi pas di changi langsung beli ke bugis,
atau ya keluar dulu pas di tanah merah, beli tiket lagi.
hahaha. *lesson learned*

lalu pas udah sampai bugis station
kita sadar bahwa nama jalan tempat hostel berada
ngga ada in every pocket map yang kita punya.
maklum punya hp pun ga canggih-canggih amat.
terus kita tanya sama bapak polisi (*polisi bukan yah) yang ada di bugis station.
bahasa inggrisnya terbilang lumayan, cuma logatnya kental banget,
dan saat itu kita nanyanya masih di bawah tanah,
jadi.. pas udah muncul dipermukaan kita jadi.....bingung lagi. hahahaha.
kebodohan kedua dimulai.
singkatnya gini,
misalnya mau ke jalan yang kita tuju itu cuma tinggal lurus ke utara (misalnya ya, kan ga bawa kompas juga, mana tau arah mata angin, haha)
lurus ke utara sekitar 400m lalu belok ke timur 30m.
that's it sedekat dan segampang itu.
tapi kita waktu itu malah jalan ke...barat sekitar 200m,
lalu selatan 200m, trus ke timur 200m, trus utara 200m, sampai balik lagi di TEMPAT YANG TADI.
dan selama perjalanan nyari-nyari itu kita mengalami kesulitan sama orang-orang sana.
jadi kan yang kita tanya itu rata-rata pedagang, karna di situ memang daerah pertokoan.
mereka itu ga mau jawab,, entah karna kita ngga beli, entah karna emang ga bisa bahasa inggris.
lalu akhirnya kita bertemu dengan seorang laki-laki berwajah melayu.


dia nanya, indon ya? ah ini si malay.
tapi dia satu-satunya orang baik yang kita temui saat itu.
lalu dia mengarahkan kita.
tapi memang ga tepat sama dgn yang kita tuju yah,
agak muter-muter sedikit lagi, tapi akhirnya ketemu juga.
oh iya,
waktu itu jalanan agak sepi gitu. memang hari minggu sih.
tapi toko-toko belum banyak yang buka. padahal udah jam 9.30.
*mereka mulai berkegiatan jam brp sih?*
setelah hampir 2 jam jalan-jalan tanpa ada hasil, akhirnya kita sampai di hostel.
dan langsung check in.


hostelnya kecil sih
tapi lumayan comfortable, walopun kamarnya gak begitu besar-besar.
sarapan ambil sendiri,
disediakan di pantry sampai jam 11.
trus ada warnet gratisnya bagi tamu hostel.


setelah istirahat sampai kurang lebih jam 11.30, kita pergi.
tujuan pertama yaitu ke....



yak, marina bay.

berbekal pengetahuan yang katanya turun mrtnya jangan di station marina bay nya,
kejauhan jalannya.
jadi sesuai saran kita turun di raffles city supaya dekat jalannya.


saya sedikit amazed karna infrastruktur undergroundnya betul-betul rapi.
kita bisa transit mrt, pindah stationnya (semacam transit busway di duku atas atau di senen)
di bawah tanah yang rapi banget gitu sampe ada pertokoannya. dan jaraknya jauh cing.
trus dia nyambung sama basement-basement gedung perkantoran. tapi bukan basement tempat parkir ya.
tapi ya kayak plaza-plaza gitu, ada kantor ada toko. dan antara satu gedung dan yang lainnya juga nyambung.
kadang jadi mikir, emangnya bisa jakarta diginiin? yang ada ntar malah kerendam banjir lg. he he he.

abis dari marina bay lalu kita ke......


niatnya sih sekalian belanja oleh-oleh murah,
tapi udah keburu capek, jadi malas, belanjanya di deket hostel aja deh di bugis. haha.

lalu kita pulang ke hostel naik bis *nyobain*
sempet bingung dulu naik yang mana,
pas udah naik juga bingung bayar, (semua orang megang kartu prabayar itu loh yang gabung sama buat mrt, buat yang ga punya ada box 'kencleng'. *oh betapa jujurnya mereka*)
juga kita bingung turun. (*ini dipencet ya tombolnya? apa bilang aja sama bapak supirnya? pintunya yang mana?*)
hahahaha.
sempat mengalami macet juga,
ternyata ada macet juga di singapore,
tapi ya sedikit banget.
cuma gara-gara di depan pusat perbelanjaan yang lagi rame gitu.

sesampainya di hostel,
kita berniat untuk istirahat sebentaaaar aja,
abis itu ke bugis market untuk cari oleh-oleh.
tapi ya berhubung semalemnya tidurnya ga betul,
jd kerasa capeeeek bgt.
niat istirahat sebentar malah jadi tidur.
kita keluar sekitar jam 8.30pm, dan ternyata...
udah sepi aja dong jalanan. drastis.
*tsingggg*
*cepet banget sih, tadi baru ada kegiatan waktu udah mulai siang deh perasaan,
ini sekarang udah sepi lagi?*
lalu mulai khawatir jangan-jangan bugis marketnya udah tutup.

bergegas, nyampe sana, alhamdulillah masih buka.
cuma kita memang ga punya waktu banyak untuk keliling,
belinya juga keburu-buru,
karna jam 9 sebagian toko udah mulai beres-beres.
jam 10 tuh SEMUA sudah tutup.

pulang belanja, kita tidur
bersiap-siap untuk agenda esok hari!
bersambung yaa.

Wednesday, November 3, 2010

kelebayan sebuah minimart

hidup di jakarta, pengalaman baru buat saya
pengalaman baru juga ketika melihat mini mart ini
karena nggak ada di bandung.

sebagai (lulusan) anak fisika teknik
sense of engineering saya terusik (*ahseek) :p

dalam hati saya,
buset ini lebay amet lampunya.

kebetulan TA saya tentang lighting.
yang saya pelajari,
untuk suatu tempat, kebutuhan iluminansi nya bergantung pada
kegiatan apa saja yang terjadi di tempat tersebut.
misalnya, pencahayaan di kafe, tidak memerlukan iluminansi setinggi pencahayaan di ruang belajar.
karena di kafe kebanyakan kegiatan kita hanya makan,
sedangkan di ruang belajar kita membaca, mempelajari sesuatu. pekerjaan yg lebih detil daripada makan.

kira2, utk di minimart butuh pencahayaan untuk apa?
mengenali produk yang akan dibeli kan yang paling utama
trus ditambah mengenali orang mungkin.

untuk pekerjaan seperti membaca dan menulis saja,
itu dibutuhkan iluminansi sebesar 200-300 lux
itu sudah sangat jelas loh,
tidak merusak mata karna kurang cahaya.

nah ini di sana, baru parkir saja (malam-malam), kita udah mengrenyitkan mata.
kira-kira 300-400 lux mungkin.
dengan pemakaian lampu (waktu saya liat yang di menteng dan di blok m) pakai lampu T5.
T5 ini jenis lampu seperti lampu TL biasa (atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai lampu neon),
tapi dengan diameter silinder yang lebih kecil.

ini indonesia woy.
hemat energi dong.
memang, tergantung dari si empunya untuk bayar listriknya.
tapi yah tapi..
dimana kepedulian anda wahai pengusaha?

waktu saya ke singapore saja,
retail yang di sana nggak begitu.
biasa saja pencahayaannya.

jadi, image apa sih sebenarnya yang ingin ditunjukkan?
trus, imbasnya minimart-minimart lain jadi ikutan.
cuma bisa menghela napas..

mudah-mudahan mereka mau mengganti dengan lampu LED yang lebih hemat energi..
hemat energi hemat biaya cing..

--

eh waw ternyata sekarang mereka udah pake lampu LED loh.. trus dengan jarak antar baris lampu agak jauh.. NICE! =]
(*edited 4 mar 2011)

Tuesday, July 27, 2010

this man

the truth is
i hide because i want somebody to find me
i walk away to see somebody will follow
i cry to see somebody will wipe away the tears
and i let my heart get broken to see
somebody will come and fix it.

and then you come
and i see love in your eyes.

the way you look
the way you laugh
the way you love with all you have
there's nothing about you that don't do something for me.

then i shed tears
tears of love and joy
the tears of hope of our future
the tears of the memories of the past
and the tears of the beauty of the present.

i carry your heart
i carry it in my heart.


ardian[di]ni

Sunday, May 30, 2010

nothing scares me more than my own future

saya meng-quotes blair waldorf dari gg:


destiny is just a stupid excuse for those who wait for things to happen instead of makin it happen.

miris waktu membacanya,
rasanya sedikit tersindir.

nothing scares me more than my own future..

saya, perempuan, 22 tahun, baru lulus kuliah, baru bekerja.
mungkin sedang masa-nya,, i don't know....

hmm....

mungkin 2-3 tahun yang lalu saya tertawa bila ada org berkata seperti ini.
dan mungkin orang yg sudah makan asam garam kehidupan, akan tertawa juga.

kenapa tidak direncanakan sejak dulu, waktu masih kuliah?
kenapa hanya berkutat pada nilai ujian?
kenapa hanya bermain bersama teman2?
tidak.
saya rasa, sesempurna apapun rencana kita, rencana kita hanyalah rencana seorang manusia.
tetap ada yang MAHA PREROGATIVE. Dan di tengah2 rencana kita itulah,
kita pasti tetap diberi pilihan2..
dan yang saya percaya, takdir itu belum ada ketika kita sendiri belum menulisnya.
tugas kita adalah menulis takdir kita berdasarkan pilihan apa yang ada di depan mata..
hidup ini memang tentang memilih bukan,
setiap hari setiap saat selalu ada pilihan pilihan yang disodorkan pada kita.
it's kinda funny when you know how things finally worked.
how cosmic works.

nah, saya sedang berada di persimpangan.
persimpangan yang membuat saya benar benar takut.
dan pada keadaan seperti ini saya menjadi ragu
sebenarnya apa yang saya inginkan,
apa yang ingin saya raih..
i think it's gonna be so much easier when we have no other choice.
lalu seorang teman mengingatkan saya.
saya seperti tidak bersyukur telah diberikan pilihan-pilihan saat ini.
saya terlalu berkutat dengan 'jalan' mana yang akan saya lewati,
instead of memikirkan apa tujuan saya.

disinilah saya merasa kesendirian menghambat saya,
saya berfikir,
akan jauh lebih mudah jika saja sekarang ini saya sudah punya teman untuk berbagi kehidupan.
yah, you know, sebagai perempuan.... hmm......
ini MEMANG tentang hidup saya,
tapi saya rasa akan lebih mudah jika menyatukan arsitektur yang saya rancang,
dengan arsitektur yang 'dia' rancangan seawal mungkin,
sehingga tidak banyak renovasi yang harus dilakukan kelak.

tapi justru ketakutan saya untuk hal yang satu ini jauh lebih besar dari semuanya.
saya bilang saya ingin bertemu dengan si 'dia', tapi, ada yang mendekat pun saya malah ketar ketir sendiri.
bukan trauma, bukan. walaupun rasanya (hasil obrolan dengan teman)
makin sekarang2 ini patah hati jauh lebih sakit daripada waktu dulu2.
ya sama saja sih mengenai pilihan juga, sekarang untuk menentukan pilihan jauh lebih bingung daripada dulu.
tapi saya lebih senang jika ini disebut lebih 'berhati-hati' daripada 'trauma'.
saya jauh sekali dari yang namanya yakin pada seseorang.
saya tidak mengerti bagaimana rasanya atau apa rasanya yakin pada seseorang,
apalagi sampai bisa memutuskan menikah..
saya salut sama orang2 yang sudah menikah.
mereka membuat saya merasa penasaran apa kira-kira rasanya merasa yakin bahwa
orang tersebut adalah orang yang tepat untuk mendampingi hidup selamanya.
saya ingin sekali suatu pagi saya tiba-tiba bangun dengan perasaan yakin pada seseorang.
tanpa alasan. hanya yakin saja.

kembali ke persimpangan di hadapan saya..
setelah perbincangan dengan teman saya itu..
saya akan mengukuhkan kembali tujuan saya..
soal jalannya, saya harap, jalan manapun yang saya tempuh,
insya Allah tetap membawa saya pada tujuan saya pada akhirnya.

LinkWithin

~ardian[di]ni~

Daisypath Anniversary tickers